Kamis, 15 September 2016

Kondangan

Kondangan masa kini
Pengalaman saya diundang untuk menghadiri pesta pernikahan mewah anak seorang pejabat sbb : ...
Ketika sampai di lobby ...ada 2 pintu.
🚪Pintu-1 tertulis "Untuk keluarga laki-laki"
🚪 Pintu-2 tertulis "Untuk keluarga perempuan"
Saya lantas masuk melalui pintu keluarga pengantin laki-laki. Saya berjalan beberapa langkah dan melihat ada 2 pintu lagi.
🚪Pintu-1 tertulis "untuk tamu laki-laki"
🚪Pintu-2 tertulis "untuk tamu perempuan."
Kemudian saya masuk melalui pintu untuk tamu laki-laki. Saya berjalan beberapa langkah melihat ada 2 pintu lagi.
🚪Pintu-1 tertulis : "Untuk yang membawa kado"
🚪Pintu-2 tertulis : "Untuk yang tidak membawa kado".
Saya masuk melalui pintu yang tidak membawa kado. Setelah itu saya melihat ada 2 pintu lagi.
🚪Pintu-1 tertulis : "Untuk yang membawa amplop"
🚪Pintu-2 bertuliskan : "Untuk yang tidak membawa amplop".
(Saya berkata dalam hati... "Syukurlah, ternyata ada ruang juga untuk yg datang dengan tangan kosong"). Lalu saya memilih untuk ke pintu 2.
Kemudian saya berjalan beberapa langkah dan ternyata ......
Saya sudah berada di jalan raya !!!
😀😀😀😀
Attaaaaaahh..., ternyata di jalan ada plang" Pulang sana, ngapain KONDANGAN modalnya batik doang"😀😀😀
Ttd

Mukidi

Rabu, 14 September 2016

Hati - hati di Jalan


Suatu ketika, seorang polisi menghentikan seorang bapak pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan helm dimana bapak itu hanya mengenakan peci berwarna putih sebagai penggantinya.
Tanpa pikir panjang, polisi meminta SIM dan STNK si bapak yang langsung ditolak dengan keras si bapak.

Polisi : (Mengeluarkan buku tilang) Maaf, boleh saya melihat SIM dan STNK anda?

Bapak : Sebutkan apa kesalahan saya.

Polisi : Anda tidak mengenakan helm.

Bapak : Saya tidak akan mengenakan helm, itu bukan sesuatu yang wajar di agama saya.

Polisi : (Sedikit bingung) Maksud anda?

Bapak : Rasulullah saja tidak pakai helm. Jadi jangan minta saya mengenakan sesuatu yang tidak dikenakan oleh beliau.

Polisi : (Menutup bukunya dan tersenyum ramah) Begitu ya pak?!
Tapi setahu saya juga, Rasulullah juga tidak mengendarai sepeda motor.
Dan pertanyaan saya pun sederhana, andai zaman itu sudah ada motor, apakah Anda yakin Rasulullah tidak akan memakai helm??

Bapak : (Tersentak dan terdiam seketika)

Polisi : Anda dengan mudahnya mengharamkan yang anda benci, tapi menghalalkan yang Anda sukai seolah-olah andalah penentunya.
Alhamdulillah saya juga punya ilmu agama yang baik, dan saya percaya bahwa Rasulullah lebih menyukai umatnya yang melindungi kesehatannya dan keluarganya.

Bapak : Apa maksud bapak? Apakah hanya karena helm berarti saya tak melindungi keluarga saya?

Polisi : Benar. Bahwa jika terjadi hal buruk yang mencelakai kepala anda akibat benturan, apakah keluarga anda tidak akan menerima akibatnya? Bagaimana perasaan takut dan tertekan yang akan mereka rasakan?
Siapa yang nanti akan menafkahi mereka?

Bapak : Allah yang akan menafkahi mereka.

Polisi : Lewat siapa? Bukankah rezeki yang diberikan Allah seringkali lewat orang lain?
Dan bukankah rezeki yang mereka terima itu lewat anda?
Jika anda cacat, maka aliran rezeki akan lewat orang lain, bisa jadi "ayah tiri anak-anak anda".
Dan apakah anda ikhlas dengan itu?

Bapak : (Sekali lagi terdiam sambil mengeluarkan SIM dan STNK)

Polisi : Ini pesan saya buat anda pak, melindungi diri Anda sama halnya dengan melindungi keluarga Anda. Mungkin ini hanya sebuah helm, tapi bayangkan perasaan nyaman yang dirasakan istri anda saat melihat kepala suaminya terlindungi.
Dan jika anda mencintai keluarga anda, maka anda pasti mengurangi resiko yang membahayakan anda.
Hari ini saya tak menilang anda, anggaplah nasehat barusan sebagai surat tilang saya untuk Anda.

Bapak: (tertegun) Terima kasih, Pak Polisi.
Saya minta maaf.
Oh ya, nama Bapak siapa?

Polisi: saya Briptu Mukidi, pak. Polsek banyu urip.....🙏

Minggu, 04 September 2016

Jangan pandang Sebelah Mata

😀....

*LAKUKAN YANG TERBAIK*

_*Suatu hari, seorang Pengajar dari suatu perguruan Tinggi, melakukan perjalanan dari Jogya ke Jakarta naik pesawat.*_

Karena keberangkatan pesawat ditunda 1 jam beliau menunggu di salah satu lounge bandara Adisucipto dgn sekedar minum kopi. Untuk sekadar melepaskan penat

Di depannya duduk seorang ibu sudah agak tua, memakai pakaian Jawa tradisional kain batik dan kebaya, wajahnya tampak tenang dan keibuan.

Sekedar mengisi waktu, diajaknya ibu itu ber-cakap².

mau pergi ke Jkt, bu ?

Iya nak, hanya transit di cengkareng terus ke Singapura

Kalau boleh bertanya, ada keperluan apa ibu pergi ke Singapura ?

Menengok anak saya yang nomor dua nak, istrinya melahirkan di sana terus saya diberi tiket dan diuruskan paspor melalui biro perjalanan. Jadi saya tinggal berangkat tanpa susah mengurus apa². Ya ...begitulah nak.

Puteranya kerja dimana, bu ?

Anak saya ini insinyur perminyakan, kerja di perusahaan minyak asing, sekarang jadi kepala kantor cabang Singapura

Berapa anak ibu semuanya?

Anak saya ada 4 nak, 3 laki², 1 perempuan. Yang ini tadi anak nomer 2. Yang nomer 3 juga laki², dosen fakultas ekonomi UGM, sekarang lagi ambil program doktor di Amerika. Yang bungsu perempuan jadi dokter spesialis anak. Suaminya juga dokter, ahli bedah dan dosen di universitas Airlangga Surabaya

Kalau anak sulung ?

Dia petani, Nak, Tinggal di Godean, menggarap sawah warisan almarhum bapaknya. Jadi yang membiayai adik-adiknya ya dia

Sang Profesor tertegun sejenak lalu dengan hati² bertanya:

Apakah ibu kecewa kepada anak sulung ya bu, Kok tidak sarjana spt adik²nya.

Sama sekali tidak, nak. Malahan kami sekeluarga semuanya hormat kepada dia, karena dari hasil sawahnya dia membiayai hidup kami dan menyekolahkan semua adik²nya sampai selesai jadi sarjana.

Kembali sang Pengajar merenung : "Ternyata yang penting bukan Apa atau Siapa kita, tetapi apa yang telah kita perbuat".

Allah tidak akan menilai apa dan siapa kita tetapi apa *"amal dalam ibadah" kita.*

Sebuah pelajaran hidup yg mengajarkan, agar kita melakukan yg terbaik tanpa berharap pujian......
Tanpa terasa air mata profesor mengalir di pipinya...

*LAKUKAN YANG TERBAIK YANG BISA KITA LAKUKAN•

Lalu sang profesor itu dengan berlinang airmata menanyakan kepada ibu tsb.
Siapa nama anak sulung ibu yang begitu luarbiasa ?

Jawab sang ibu :
_*M u k i d i*_

😂😂😂😅😂😂😂😅

Yuk kita simak cerita Mukidi sambil order di RM Lebong jl Riau no 22 Jember call 0823 166 303 44

Jadikan $15.123.543 di 0243345585

Sabtu, 03 September 2016

Hati- Hati Kalau berdoa

dr pada stres..ketawa dl
HATI‬-HATI.. SALAH BERDOA, BISA FATAL AKIBATNYA!! 😎

Si mukidi berdoa :
Ya Tuhan, jadikan aku orang yang cuma dengan kipas-kipas saja uang mendatangiku..!

Cliiiing...!!!... tak lama kemudian ia jadi penjual sate...

Tidak puas dengan itu, dia berdoa lagi :
Ya Tuhan, jadikan aku orang yang hanya dengan duduk goyangkan kaki bisa dapat rejeki...!

Cliiiing...!!! kemudian ia jadi penjahit..

Masih tak puas, dia berdoa lagi :
Ya Tuhan, jadikan aku orang yang hanya dengan duduk diam uang mendatangiku...!

Cliiiing...!!!... 2 jam kemudian ia jadi penjaga toilet umum di terminal...

Ya Tuhan, kali ini jadikan aku yang bisa memerintah orang kaya! Jadikan aku hamba-Mu yang bisa mengatur mereka dengan leluasa dan kuasa...!

Cliiiing...!!!... 4 jam kemudian ia jadi tukang parkir...

Yaaaaaa Tuhan, mohon sekarang jadikan aku orang yang berwibawa, tatapanku disegani orang, setiap yang bertemu denganku merasa sungkan gitu...!

Cliiiing...!!!... kemudian ia jadi debt collector...

Ya Tuhan, koq salah melulu... jadikan hamba-Mu ini seorang yang punya banyak pengikut, kemana pun hamba-Mu ini melangkah, pengikutku selalu mentaatiku...!

Cliiiing...!!!... 1 hari kemudian ia angon bebek...

Ampuuun salah lagi,, Ya Tuhan.....! Tolonglah terakhir ini jadikan hamba-Mu ini seorang yang senantiasa dikelilingi para wanita...!

Cliiiing...!!!... 3 jam kemudian ia menjadi tukang sayur keliling...!! 

Selamat berdoa yg baik dihari ini..

😇😃😀😄

Besoknya Mukidi berdo'a lagi ... Yaaa Tuhan, aku kapok berdo'a yg muluk2. 
Sekarang aku minta hidupku penuh tawa ceria ...

Cliiing !!! ...

Besoknya mukidi ketemu Orang yang ketawa baca Cerita  ini ?😀😀😀😀

Jumat, 02 September 2016

The power of Kepepet Ala Mukidi

Sayembara Juragan Tambak

Onok juragan tambak jenenge wakidi ngadakno sayembara.

"Sopo ae sing wani njegur nang tambakku, bakal oleh hadiah Sepeda Montor." jare Wakidi.

Akeh wong sing ngumpul ndhelok sayembarane, tapi gak onok sing wani njegur nang tambak. Masalae tambake isine dhudhuk iwak tapi boyo, nyambik, bajul lan sak panunggalane. Pokoke Jian Ra wani blas wong2 sing kumpul kui

Mergo gak onok sing wani njegur, hadiae digenti dhadhi montor kijang anyar. Sepeda montor yo tetep oleh. Tapi tetep ae gak onok sing wani njegur mergo merinding ndhelok boyone guedhe-guedhe mangap kabeh. Sampe ilere do netes kabeh

Akhire ambek Wakidi hadiae ditambah maneh, montor kijang anyar ambek omah sak isine. Tapi tetep ae gak onok sing wani njegur. Pancen Wedi Kabeh. Mari sepi meneng kuabeh, moro-moro Mukidi njegur nang tambak.

Penontone keplok-keplok kabeh ndhelok Mukidi gelut ambek boyo. Kiro-kiro wis sak jam, akhire Mukidi tampil sebagai pemenang. Cumak yo ngono, awake dhedhel kuabeh.

Wis mari ambekan, Wakidi marani arep nyerahno hadiae, tapi Mukidi nolak.

"Yo wis tak tambahi dhuwik limangatus juta" jare wakidi, tapi Mukidi tetep nolak.

"Tak tambahi mas-masan sak kilo" jare Wakidi maneh, Mukidi tetep gak gelem.

"Wis ngene ae, awakmu njaluk opo ae, tak turuti" jare Wakidi gak gelem kalah.

"Aku njaluk arek sing njungkrakno aku mau digowo rene" jare Mukidi.

Inilah the power of kepepet ala Mukidi

😅😅😅

Ingat baca ini sambil order Menu lele Kobong di RM Lebong di jln Riau no 22 Jember
Call 0823 166 303 44

Selasa, 30 Agustus 2016

Sebuah pelajaran yang Indah dari Mukidi

_*IMPORTANT LESSONS : DO NOT EXPECT TOO MUCH*_
(sebuah pelajaran yg indah)
******************
Sudah waktunya bisa berbahasa Inggris biar  lebih kekinian dan bisa menjawab tentang ke kepoan.begini kisahnya :

   Seorang cewek tiba-tiba diajak chat oleh seorang cowok lewat *Google Talk.*

Cowok : Hi...
Cewek : Hi juga, siapa nich...?
Cowok : May I know you?

Si cewek langsung semangat, karena si cowok memberikan respon dalam bahasa Inggris. Cewek ini kebetulan sedang mencari jodoh ekspatriat alias bule. Obrolan pun lalu dilanjutkan.

Cewek : My name is Mia, and you?
Cowok : My name is Kid
Cewek : Hmmm, nice name. You should have a tiny body.
Cowok : I don’t think so. My body is commonly big. Your name is better. I imagine that I talk with pretty girl.

Si cewek mikir, “Baru kali ini ada cowok memuji saya pretty girl.”

Cewek : But your name is Kid, than u must be cute...
Cowok : No… It’s just nick name or call name
Cewek : Same. Mia is just call name also
Cowok : What’s your full name?
Cewek : Su-Mia-tun, and your full name?
Cowok : My full  name is*Mu-kid-i*

Keduanya terdiam sejenak.
Cewek : Omahku Klaten Gergunung...
Cowok : Podo.. Aku soko Jatinom...
😂😂😂

Mukidi : cerita serius motivasi ( tidak guyon)

‎Seorang pemain golf  profesional, Paul W. M Cummings, bertanding dalam sebuah turnamen golf. Ia baru saja membuat pukulan yang
 bagus sekali yang jatuh di dekat lapangan hijau.
Ketika ia berjalan di fairway, ia mendapati bolanya masuk ke dalam sebuah kantong kertas pembungkus makanan yang mungkin dibuang sembarangan oleh salah seorang penonton.

Bagaimana ia bisa lanjut memukul bola itu dengan baik?
Sesuai dengan peraturan turnamen, jika ia mengeluarkan bola dari kantong kertas itu, ia terkena pukulan hukuman.

Tetapi jika ia memukul bola bersama-sama dengan kantong kertas itu, ia tidak akan bisa memukul dengan baik.
Salah-salah, ia mendapatkan skor yang lebih buruk lagi.

_Apa yang harus dilakukannya???_

Banyak pemain mengalami hal serupa. Hampir semuanya memilih untuk mengeluarkan bola dari kantong kertas itu dan menerima hukuman.
Setelah itu mereka bekerja keras sampai ke akhir turnamen untuk menutup hukuman tadi.
Hanya sedikit, bahkan mungkin hampir tidak ada, pemain yang memukul bola bersama kantong kertas itu. Resikonya terlalu besar.

Namun, pemain profesional ini tidak memilih satu di antara dua kemungkinan itu.
Dia memilih bertanya kepada caddynya apa yg sebaiknya dilakukan

Tiba-tiba caddynya merogoh sesuatu dari saku celananya dan mengeluarkan sekotak rokok kretek. Dibukanya kotak rokok itu yg ternyata didalamnya ada korek api. Lalu ia membakar kantong kertas itu sehingga habis terbakar dan menyisakan bola golf itu. Segera Paul Cummings memilih tongkat yang tepat, membidik sejenak, mengayunkan tongkat, wuuss...  bola terpukul dan jatuh persis di dekat _'hole'_ (lobang) di lapangan hijau.

Bravo.!!
Dia tidak terkena hukuman dan tetap bisa mempertahankan posisinya.  
*****

Ada orang yang menganggap kesulitan atau masalah sebagai ujian atau hukuman, dan memilih untuk menerima hukuman itu.

Ada yang mengambil resiko dengan  melakukan kesalahan (marah, menyalahkan orang lain, bahkan complain kepada Tuhan) dalam menghadapi masalah itu ‎

Namun, sedikit sekali yang bisa bersikap tenang dan berpikir kreatif  serta mwminta advis untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah itu hingga menggapai kemenangan.‎

‎Padahal, sejatinya, di dalam setiap masalah itu sudah terkandung solusinya...

Tahukah saudara siapakah caddy yg brilliant itu?




Namanya
Mukidiyah
😄

Mukidi :Lucunya tax amnesty

Inilah cerita lucu-lucu an Mukidi tentang tax Amnesty

Ini benarnya cuma lucu2 an Mukidi ......   Ini siklus kocak bin koplak perpajakan Indonesia..
Asli ini fakta yg menggelikan.. kalo nggak lucu diusahain tetap ketawa yaa...

Berawal dari :
Dapat gaji kena pajak penghasilan. Gaji yg sdh dipotong pajak dipakai beli rumah, kena pajak pembelian. Tiap tahun juga harus bayar pajak PBB untuk rumah tsb. Rumah rusak, lalu beli bahan bangunan kena pajak PPN dan renovasi kena pajak renovasi. Setelah itu  rumah tsb dikenakan pajak kekayaan lagi (melalui tax amnesty).

Nanti giliran rumah dijual, kena pajak penjualan. Uang hasil penjualan rumah dibelikan mobil, kena pajak pembelian mobil, lalu bayar pajak kendaraan bermotor tiap tahun, lalu setelah itu mobil dilaporkan ke harta kekayaan (melaui tax amnesty) kena pajak kekayaan. Mobil rusak, diperbaiki dan beli sparepart kena pajak PPN barang dan jasa perbaikan.

Akhirnya mobil dijual, kena pajak penjualan, uang hasil penjualan mobil dibeliin motor kena pajak pembelian motor, lalu bayar pajak kendaraan bermotor tiap tahun, lalu setelah itu motor dilaporkan ke harta kekayaan (melaui tax amnesty) kena pajak kekayaan. Motor rusak, diperbaiki dan beli sparepart kena pajak PPN barang dan jasa perbaikan motor.

Akhirnya motor dijual, kena pajak penjualan, uang hasil penjualan motor dibeliin makanan dan minuman, kena pajak PPN.

Makanan habis dan kenyang. Lalu ke toilet, mesti bayar lagi.....
Harta terakhir tinggal kentut...

wkwkwwk....
Lucu kan....ketawa dong...

Mukidi : Stop Bahas Mukidi

STOP bahas Mukidi
Apa gak bosen bahas Mukidi melulu..dimana-mana Mukidi.Sebentar-bentar Mukidi

Ayo hilangkan demam Mukidi..... Dikit Dikit Mukidii..Dikit Dikit Mukidii Ituuu Aja Yang Dibicarakan Mending Nyanyi...
🎢Bengawaaaan Soloooo....♪
🎻
🎼 Riwayat Muuu Kiidiiii....🎼
.........





Sabtu, 27 Agustus 2016

Mukidi : gak Jadi Bolos (ra sido mbolos)

RASIDO MBOLOS.

Dina Jumat nang kantor, Mukidi males kerja. Ndilalah si Bos lagi ora nang ruangane. Mukidi terus mulih omah meneng-meneng.
Tekan ngomah Mukidi kaget merga lawang ngarep dikunci seka njero. Mukidi mlumpat jendela. Pas mbuka lawang kamare, Mukidi kaget. Nang kasur, bojone lagi unyel-unyelan karo si Bos! Mukidi langsung balik badan trus mlayu metu. Nang njaba de’e misuh-misuh.

“asyeeem! Meh wae aku konangan bos nek mbolos!!” πŸ˜¬πŸƒπŸΌπŸƒπŸ»,



Mukidi : gak Jadi Bolos (ra sido mbolos)

RASIDO MBOLOS.

Dina Jumat nang kantor, Mukidi males kerja. Ndilalah si Bos lagi ora nang ruangane. Mukidi terus mulih omah meneng-meneng.
Tekan ngomah Mukidi kaget merga lawang ngarep dikunci seka njero. Mukidi mlumpat jendela. Pas mbuka lawang kamare, Mukidi kaget. Nang kasur, bojone lagi unyel-unyelan karo si Bos! Mukidi langsung balik badan trus mlayu metu. Nang njaba de’e misuh-misuh.

“asyeeem! Meh wae aku konangan bos nek mbolos!!” πŸ˜¬πŸƒπŸΌπŸƒπŸ»,



MUKIDI : siapa sebenarnya dia

..ealaa.. rame2 dimedia pada mentertawakan mukidi, ternyata mukidi itu kita sendiri to..πŸ˜„πŸ˜„πŸ‘
Lho kok bisa...? Bagaimana mungkin kita itu Mukidi?
*Siapa sebenarnya Mukidi*

Sunu Wasono. Bapak ini aslinya Eromoko. Pernah sekolah di SMPN 1 dan SMAN 1 Wonogiri. Kini Ketua Jurusan Sastra Indonesia di FB-Universitas Indonesia. Dia nulis puisi bertopik Mukidi.


KITA BUTUH MUKIDI

kita butuh mukidi
sebab mukidi adalah aku
adalah kau
adalah kita
yang senantiasa kita ejek
kita tertawakan
dan kita puji sendiri
mukidi bisa menjelma apa saja
atau siapa saja

di saat kita sedang bahagia
kita butuh mukidi
di saat kita sedang merana
kita juga butuh mukidi
di saat kita terjebak kemacetan lalu lintas
kita butuh mukidi yang lebih polisi dari polisi
di saat kita terkena resesi ekonomi
kita pun butuh mukidi yang lebih ekonom
dari ekonom paling top di negeru ini
di saat kita lagi gandrung dan demam debat
kita juga butuh mukidi yang pintar berdebat
lebih dari orator dan politisi senayan
di saat kita lagi senang latah dan merasa sok suci
kita merindukan mukidi yang lebih kyai dari kyai
di saat kita lagi santai pun
rasanya kita tetap butuh mukidi

pendek kata kita butuh mukidi
maka jangan lenyapkan mukidi dari benak kita
jangan hapus mukidi dari huruf-huruf kita
sebab ia adalah suara bawah sadar kita.
Mukidi adalah *Mu*ka *ki*ta sen *di*ri.

www.tentangmukidi.blogspot.com






Mukidi: siapa sih sebenarnya MUKIDI

This is the true story, who was "Mukidi":

*SOETANTYO PENULIS CERITA LUCU MUKIDI (FACEBOOK SOETANTYO MOECHLAS)*

Cerita lucu Mukidi belakangan menjadi viral di media sosial. Siapa sebenarnya penulis Kisah Mukidi?

Cerita lucu Mukidi menjadi viral di sosial media. Kisah Mukidi tersebar cepat dan berantai lewat jaringan Facebook, broadcast Whatsapp hingga Blackberry Messenger (BBM). Dari mana awal mula Kisah Mukidi itu?

Kisah kelucuan Mukidi, Markonah, Wakijan dan teman-temannya itu ditulis di sebuah blog beralamat https://ceritamukidi.wordpress.com.  Adalah Soetantyo, pria berusia 62 tahun sosok penulis cerita Mukidi.

Ketika dihubungi Solopos.com, Jumat (26/8/2016) sore, Pak Yoyo atau Pak Tantyo mengisahkan awal mula petualangan Mukidi.  Soetantyo merupakan pensiunan sebuah perusahaan farmasi di Jakarta, Boehringer Ingelheim..

Pria kelahiran 7 Februari 1954 ini mengatakan petualangan Mukidi juga menceritakan keluarga bersar dan sahabat-sabahatnya. Tokoh Mukidi merupakan pria Cilacap yang mudah akrab dengan siapa saja. Istrinya bernama Markonah, mereka mempunyai anak bernama Mukirin dan Mukiran. Sahabat Mukidi adalah Wakijan..

“Saya sengaja mengambil nama-nama Banyumasan.. Kebetulan saya berasal dari Purwokerto. Makanya ada nama Marto Kapiran, Karto Mlogo dan lain-lain. Mukidi ini sebenarnya nama yang pernah ngehits di tahun 1980-an karena pernah digunakan di salah satu film Warkop,” ujar pria yang kini tinggal di Jatibening, Bekasi.

Pak Yoyo yang mempunyai alamat Facebook Soetantyo Moechlas mengisahkan kegemaran menulis cerita Mukidi diawali tahun 2000-an. Saat itu dia masih menjadi trainer di perusahaan farmasi. Setiap pagi saat acara radio Idakrisna Show di Delta FM Jakarta dia kerap mengirimkan cerita-cerita lucu. Cerita lucu itu ada yang merupakan murni hasil kreasinya. “Cerita lucunya itu memang ada yang asal ngarang, namun ada pula yang berasal dari luar,” jelas pria berputra satu ini.

Tak hanya itu dia juga kerap menyelipkan cerita-cerita lucu saat dia mengisi pelatihan. “Saya kan trainer jadi sering banget untuk mencairkan suasana saya menyelipkan cerita Mukidi. Di perusahaan tempat saya bekerja itu juga kan ada buletin, cerita-cerita lucu Mukidi juga sering diterbitkan di buletin kantor saya.”

Kebiasaan menyebarkan kisah lucu Mukidi berlanjut di era media sosial. Postingan Mukidi kali pertama diunggah di blognya pada Agustus 2012.  Setiap pagi, Facebook Pak Yoyo juga memposting petualangan Mukidi. Hingga akhirnya kisah Mukidi menyebar viral via broadcast Whatsapp dan BBM..

“Dari situ kemudian kisah Mukidi menyebar. Saya sendiri tidak menyangka kok bisa menjadi viral begini. Kebetulan saya kan bersahabat dengan Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar, kalau pagi cerita Mukidi belum nongol, biasanya saya langsung dihubungi ‘Mana nih Mukidinya’ hehehe,” paparnya.

Sudah ratusan kisah Mukidi yang wira-wira di media sosial, ke depan Pak Yoyo berjanji tetap menghadirkan kisah-kisah lucu petualangan Mukidi. ‘’Kalau dulu pas awal-awal Mukidi itu ceritanya agak vulgar, sekarang sudah dikurangi.”

Pria yang telah menulis buku berujudul 30 Tahun Jadi Tukang Obat dan Laskar Pelawak ini mengaku usia bukanlah halangan untuk tetap berkarya. Mensyukuri setiap babak kehidupan menjadi prinsip hidup yang dipegangnya. “Syukuri apa yang ada pada dirimu. Jangan terlalu serius karena orang lainpun demikian,” pungkasnya memberi wejangan...😨

















😨😨😨

Mukidi : ibu dan Terong

Keluarga Mukidi lagi bercakap-cakap

Percakapan antara Mukidi & Anaknya sepulang sholat Jum'at :            
Mukidi : nak, tadi dengerin khotbahnya..? Waktu kota berkutbah
Anak : Dengerin donk Yah...                  
Mukidi : Sekarang Ayah mau tes kamu..sebagai Anak, kamu harus berbakti pada siapa.?  Anak : Ibu...
Mukidi : Kemudian siapa lagi.?  Anak : Ibu lagi...
Mukidi : OK, selanjutnya siapa.?  Anak : Ibu lagi Yah...
Mukidi : Bagus, abis itu siapa.?  Anak : Ayah....
Mukidi : Pinteeeer anak ayah.. jadi Ibunya ada berapa tadi.?  Anak : ada 3 Yah...
Mukidi : Ayahnya berapa.?
Anak : satu...
Mukidi : Ibu kamu berapa.?
Anak : satu...
Mukidi : Berarti kurang berapa..?  Anak : dua...
Mukidi : Siiip, nanti sampe rumah bilang sama Ibu mu yaaa..?  pulang nyampe rumah
Anak : Ibu..Ibu...tadi kata ayah, seharusnya aku punya tiga ibu, karena sekarang baru satu, jadi masih kurang dua...
Ibu: Nak, kamu tau ini sayur apa..? (sambil nunjukin terong)
Anak: Terong... Bu.
Ibu : ada barapa terongnya..?  Anak : satu bu...
Ibu : Bagaimana caranya agar satu terong ini bisa dinikmati oleh tiga orang..?
Anak : Dipotong tiga Bu...
Ibu: Anak pintar..Nanti bilang ayahmu ya...

..😬😬😬mukidiholic

Jumat, 26 Agustus 2016

Mukidi : Preman pasar

Mukidi buka kios baru di Pasar
kiosnya rame dibandingkan dg kios-kios lainnya
Suatu hari mukidi kaget bukan kepalang melihat preman sangar bertato pula mana tatonya tulisannya sadis lagi...
JAGAL d tangan kanannya PASAR di tangan kirinya kalo d sambung JAGAL PASAR
karena takutnya mukidi melihat preman  itu setiap kali lewat mukidi selalu ngasih uang keamanan.

Mukidi : bang ini uang buat roko

Preman : uang apa ini bos " sembari bingung"

Mukidi :uang keamanan bang...

Begitu Mukidi lakukan tiap kali preman bertato itu lewat
Suatu hari preman ini memanggil mukidi

Preman : HAI mukidi sini kamu saya mau bicara 4 mata

Mukidi dengan wajah was was datang menghampiri

Mukidi: a a aaa ada apa bang
Preman : kenapa kamu takut setiap kali saya lewat
Mukidi : iya bang, abangkan preman pasar ini sapa yg ga takut bang mana sangar lagi tatonya
Preman : darimana kau tau saya ini preman
Mukidi : tato abang JAGAL PASAR
Tak lama preman tersebut membuka bajunya... tato yg awalnya JAGAL PASAR berubah.
Mukidipun kaget bukan main dengan apa yg diliatnya, karena orang yg d anggapnya sangar, sadis dan menakutkan ternyata bukan preman tapi petugas kebersihan.

Ternyata tatonya JAGALAH KEBERSIHAN PASAR

Owalah Di... MUKIDI.....

MUKIDI : ROKOK GRATIS

*ROKOK Gratisan *

Di suatu jalan yg ramai di pinggir kota Sampang, Mukidi melaju dgn motornya tanpa hiraukan rambu2 lalin karna takut terlambat. Di kebutnya motor nya tanpa menyadari kalau waktu itu pas ada razia .

Polantas: "Stopppp!"

Mukidi: "Kok disetop kenapa Pak? Saya terburu-buru nih pak tanggung"

Polisi: " Anda melanggar rambu2 lalulintas! Tolong keluarkan SIM, STNK dan KTP nya!"

Mukidi keluarkan jurus berkelit : "Maaf pak saya tidak punya, saya masih anak sekolah Pak..."

Polisi: "Kalau begitu motor saya tahan, dan Saudara saya tilang, siapkan uang Rp. 500.000,- untuk disetor ke BRI"

Mukidi coba berkelit lagi: "Tolong pak, kan saya anak sekolah, jadi nggak banyak punya uang, kita damai saja ya pak?..."

Polisi: "Memangnya kamu punya uang berapa buat damai....?"

Mukidi: "Saya lihat Bapak tadi merokok, bgmana saya belikan saja rokok di warung  seberang jalan itu..."

Polisi: " Ya sudah... beliin Marlboro ya, tapi motornya tetap disini."

Mukidi langsung nyebrang jalan menuju warung, "Bang... saya disuruh ngambil rokok dulu sama pak polisi itu (sambil menunjuk Pak Polisi di seberang jalan).
Marlboro 4 bungkus!"

Tk.Warung: "Polisi yang mana...?  Awas, Jangan coba2 menipu saya!!."

Mukidi: "Yang itu!  kemudian dia berteriak: "Pak, pak.. rokok yang ini 'kan?" Sambil tunjukkan rokok Marlboro.

Polisi: "Yaaa siiippp...!"

Mukidi: "Tuh 'kan... Nanti  dia yang akan bayar...!" Sambil nyeberang jalan bawa 4 bungkus rokok!

Rokok yg 2 dia kantongi, yg 2 diserahkan: "Nih Pak, dua bungkus!."

Polisi: "Hmm... , baiklah,  Lain kali hati-hati ya!"

Mukidi : "Trims Pak...!", terus tancap gas wuzz!

Dua jam kemudian...
Tk.Warung mendatangi pos polisi: "Pak, suruhan bapak tadi kan ngambil rokok Marlboro 4 bungkus, katanya bapak yang bayar."

Polisi: "Haaahh!! Bedes  sialan! Polisi pun berani juga dia tipu...!!!"

*SALAMUKIDIπŸ’ͺ🏽*

Mukidi : Serahkan pada yang di atas

"Kalakuan Mukidi yang selalu rada-rada aneh.."

Mukidi punya kebiasaan jelek, yaitu suka ngintip orang yg sedang pacaran, padahal kalo dia pacaran paling gak suka kalo di intip lagian dia juga gak punya pacar. Hehehehe

tempat favoritnya untuk mengintip adalah di atas pohon, sambil bergelandotan  cari posisi yang aman

Dimana dibawahnya sering digunakan  utk pacaran.

Seperti biasanya malam itu Mukidi udah stand by diatas pohon, untuk mengintip, dan benar aja tak berapa lama datang pasangan Kipot dan Nora.

Karena dianggap sepi dan aman  Kipot dan Nora akhirnya ihuk-ihuk,

*Mukidi benar2 menikmatinya
setelah selesai mrk bercakap2 :

Nora : koh..aku takut hamil

Kipot : gak mungkin hamil, kan baru sekali ini...

Nora : tapi kata temenku bisa koh, gimana dong

Kipot : kalo bener hamil, yach..kita serahkan aja sama yang DI ATAS

Tiba2  Mukidi turun dari pohon dan marah2
" *ENAK AJA LU, GUA CUMA NONTON, LU MINTA GUA* *TANGGUNG JAWAB, GAK BISAA..!!!!* "

_mukidi nggak terima_

Mukidi : Kisah naik pesawat terbang

Sakidi dan mukidi

✈   *Pesawat Garuda tujuan Surabaya - Jakarta tadi pagi bersiap take-off tapi tertunda gara2 Sakidi (Wong ndeso asli yang NGOTOTAN yg baru pertama kali naik pesawat) dg tiket ekonomi, tapi ngotot pengen duduk di kelas bisnis.

Alex (pemilik kursi bisnis): “Maaf pak... Ini kursi saya.”

Sakidi:
” *sampean siapa* ?”

Alex:
”Saya penumpang yang duduk di sini pak..!”

Sakidi :
”Penumpang..? Aku penumpang juga, *sama2 bayar*..! *sama2 penumpang, tak usah NGATUR-ngAtUr*"

Alex lapor ke pramugari.

Pramugari :
“Maaf pak SakIDI.. bapak mestinya duduk di belakang.”

sakidi :
“Sampean siapa.?”

Pramugari :
“Saya pramugari.”

Sakidi :
“Pramugari itu apa?

Pramugari :
“Pramugari itu yang melayani penumpang.”

Sakidi :
“ *Oh, babu*? Tak kira siapa, sudahlah *tak usah suka-ngurus orang lain, cuci piring saja di belakang*. Pokoknya aku enak duduk di sini saja. Sampeyan mau apa ?!!”

Pramugari habis akal, dia memanggil pilot.

Pilot:
“Maaf pak, mestinya bapak duduk di belakang..!!”

Sakidi :
“Sampean siapa ?”

Pilot :
“Saya pilot pak.”

Sakidi :
“Pilot itu apa?”

Pilot :
“ *Pilot itu yg mengemudikan pesawat ini*”

Sakidi :
“ *Oh sopir*..?” Tak kira siapa, bajunya seperti seragam LLAJ, pake topi, e taunya sopir. Pokoknya aku tak mau pindah. Sekarang sampeyan mau apa ?

Mukidi  yang baru masuk pesawat mendengar ribut² bertanya pada pilot, *kemudian dia manggut² & mendekati Sakidi sambil membisikkan sesuatu di telinganya, Sakidi tiba2 bangkit sambil ngomel ngomΓ©l* :

“ *Dasar sopir gila, babu tak punya otak, untung ada bapak MUKIDI ini yg ngasih tau SAYA*. Klo ndak, aku ndak sampe jakarta.

sakidi pun pindah ke belakang,
Pilot merasa takjub, dia bertanya pada Pak Mukidi :
“Apa sih yg bapak bisikkan, koq tiba² dia sukarΓ©la pindah kursi?”

Mukifi :
“ *Saya tanya, bapak mau kemana? Dia jawab mau ke JAKARTA*.

Saya bilang anda salah duduk ... *kalau mau ke JAKARTA duduknya harus di BELAKANG* ...  yang di
*_DEPAN itu tujuannya ke HONGKONG"_*

πŸ˜„πŸ˜›πŸ˜œπŸ˜πŸ˜ƒπŸ˜„πŸ˜†πŸ˜…

MUKIDI DI LAWAN....!!! πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Mukidi : Laptop baru

 *Laptop baru...*

Tole       :  Laptop baru ya Di. ? ??

Mukidi   :  ya iya laaah ... !!!

Tole       :  dari mana asalnya Di..?

Mukidi   :  hadiah lomba lari.....!!

Tole       : sungguhan g ?
               Siapa aja Pesertanya  ?

Mukidi   :  orang tiga,...
               aku, polisi,sama orang nya yg punya lapto
             

Mukidi : Belajar berhitung

Belajar Matematika.

Kali ini Mukidi belajar berhitung.  Dan mulai di tanya oleh gurunya

Pak guru : Di  lima tambah lima...berapa ?

Mukidi ngitung pake jarinya.

Pak guru :"Ayo gak boleh ngitung pake jari_

Mukidi masukan jarinya ke sakunya sambil ngitung. Setelah itu, teriak:
 SEBELAS  Pak guru!

Pak guru : pancen bocah kemplo...MANUKMU ojok dihitung

MUKIDI CENGAR-CENGIRπŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Humor Mukidi : ayam goreng vs preman

Cerita Mukidi kali ini pada waktu suasana lapar sehingga apapun bisa terjadi

Dalam keadaan lapar, Mukidi masuk ke sebuah rumah makan.

Ia memesan ayam goreng. Sambil memegang perutnya yang kelaparan karena sejak tadi memang belum ke isi makanan.

Tak lama kemudian sebuah ayam goreng utuh tersaji.

Baru saja Mukidi hendak memegangnya, seorang pelayan datang tergopoh-gopoh.

"Maaf mas, kami salah menyajikan.

Ayam goreng ini pesanan bapak pelanggan yang disana", kata pelayan sambil menunjuk seorang pria berbadan kekar dan berwajah preman.

Akan tetapi karena sudah terlanjur lapar, Mukidi ngotot bahwa ayam goreng itu adalah haknya.

Pria bertampang preman itu segera menghampiri meja Mukidi dan menggertaknya.

"AWAS kalau kamu berani menyentuh ayam itu...!!!

Apapun yang kamu lakukan kepada ayam goreng itu, akan aku lakukan kepadamu.

Kamu potong kaki ayam itu, aku potong kakimu.

Kamu putus lehernya, aku putus lehermu..!!!"

Mendengar ancaman seperti itu, Mukidi hanya tersenyum sinis sambil berkata, "Silahkan! siapa takut?"

Lalu Mukidi segera mengangkat ayam goreng itu dan menjilat pantatnya...

Hahahaha...
Hidup Mukidi !!! πŸ˜πŸ˜›πŸ˜‹☕🍩πŸͺ

humor Mukidi : naik onta


Mukidi lagi melancong ke Arab, seperti orang Indonesia yang lainnya ia juga ikut tour naik onta. Karena penasaran maka Mukidi pengen naik onta. Kayak apa sih rasanya....

Tapi onta di Arab tidak seperti onta di Indonesia, ketika Mukidi bilang :
"Duduk" onta langsung duduk. Apa karena onta di Indonesia bisa berbahasa Indonesia ya..

Namun lain kejadiannya, onta di Arab, walaupun Mukidi sudah bilang :
"Duduk, sit..sit, jongkok, diuk" ....
sang onta tetap berdiri, dan akibatnya mukidi tidak bisa naik. Mukidi pun kehabisan akal.

Pawang Onta (PO) : "Bilang Assalamualaikum, baru onta duduk" begitu katanya memberikan instruksi kepada Mukidi

Mukidi : "Asalamualaikum" langsung onta duduk, Mukidi naik, onta langsung berdiri lagi..

Mukidi : "Jalan.. jalan.." onta tetap diam. Dipukul pukul punggungnya, onta tetap tidak mau jalan. Dipikirkan apa ngambek ya..

PO        :"Bilang Bismillah "

Mukidi : "Bismillah"

Onta jalan, Mukidi senang jalan naik onta dengana Pawang Onta berjalan di sampingnya.
Tak lama kemudian Mukidi bertanya : "Pawang.. gimana cara nyuruh ontanya lari ya?"

PO : "Bilang aja Alhamdulilah"

Mukidi : "Alhamdulilah" ... dan ontapun berlari.
Mukidi senang sekali,

saking senangnya Mukidi bilang lagi "Alhamdulilah..",
dan si onta berlari tambah kencang, dan si Pawang Onta makin ketinggalan.

Ketika Mukidi sudah jauh si Pawang Onta baru ingat, belum memberi tahu caranya onta berhenti ....

Dari jauh PO berteriak :"Kalo mau berhenti bilang Innalillahi.."

Karena sudah jauh Mukidi tidak mendengar..
Dan si onta terus berlari dengan kencang... sampai akhirnya di kejauhan Mukidi melihat di depan ada jurang yg sangat dalam.
Mukidi ketakutan, dan mencoba menghentikan onta :
"Stop, stop, stoooop, stooop, oop, oop..!!" tapi

Onta tetap berlari, jurang sudah terpampang di depan mata.
"Mati gue!"... kata Mukidi, tahu dia akan jatuh kejurang & mati.
Dalam kepanikannya dia berteriak spontan

"Innalillahi..!!" sambil memejamkan mata pasrah...
Cruuuuut onta berhenti.
dan ketika Mukidi membuka mata....
dia melihat persis di tepi jurang... Saking senangnya tidak jadi mati  Mukidi  berteriak : "Alhamdullilah!"

PLUNG!!! .....

tamat.

Mukidi : Cara aneh punya istri cantik

Lanjutan kisah ketika Mukidi sewaktu naik nota jatuh ke jurang.  Ternyata Mukidi masih hidup.

Setelah terjatuh di jurang, ternyata di bawah jurang ada sungai, dan Mukidi yg pingsan pun hanyut sampai ke hilir. Memang beruntung si Mukidi ini kok tetap hidup.
Saat di hilir sungai, ada abdul dan ahmad yg melihat mukidi dan segera menolongnya. Saat dibopong, Mukidi mulai tersadar. Dan mulai bertanya tanya..

Mukidi   :"dimana aku?"

Abdul     :"tenang bang, abang hanyut disungai, kami akan membawa abang ke rumah sakit. Abang tenang aja ya. "

Mukidi   :"ooh, begitu, terimakasih atas pertolongan kalian. Tapi saat pingsan tadi aku bermimpi mendengar suara, agar aku dilarang menginjak kodok di tepi sungai, karena akan terkena kutukan mendapat jodoh yang mukanya jelek. Hii..... Ngeri deh"

Ahmad   :"Ah, jangan percaya mimpi bang, tahayul, itu dilarang di arab. Kita ga percaya, kita masih bujangan, tapi ga takut dengan tahayul. Nih ada kodok, aku injak ya. Akan kubuktikan bahwa itu bohong"

Ahmad pun sengaja menginjak kodok yang ada didekat kakinya, begitupun si Abdul.
Selang tiga tahun, Ahmad dan Abdul mengunjungi Mukidi yang menetap di Arab setelah kejadian jatuh ke jurang dulu.

Melihat Abdul dan Ahmad yang datang membawa istri mereka, dan ternyata istri2 mereka berwajah jelek, Mukidi pun berbisik ke Ahmed dan Abdul. Sambil cengengesan.

Mukidi   :"tuh kan... kalian dulu ga percaya kutukan kodok sih, makanya sekarang istri kalian jelek. Lain dong dengan aku" katanya bangga

Abdul    :"Emangnya istri abang cantik?"

Mukidi   :"Liat aja nanti" sambil senyum-senyum

Tak selang berapa lama, istri Mukidi yang baru dinikahi setahun, keluar membawakan minuman, dan ternyata memang cantik. Ahmad dan Abdul pun kagum. Ahmad pun penasaran, kenapa ada wanita cantik yang mau dinikahi oleh Mukidi yang jelek.

Ahmed:"Kak, kenapa sih, kok mau dinikahi Mukidi?"
Istri Mukidi:"Tiga tahun lalu, saat aku di hilir sungai, aku melihat di kejauhan ada orang hanyut yang sedang ditolong oleh dua pria. Samar2 aku mendengar, orang yang ditolong itu berkata bahwa ada kutukan bagi orang yang menginjak kodok di hilir sungai, akan mendapatkan jodoh bermuka jelek. Aku ga percaya sama omongannya, makanya aku menginjak kodok yang saat itu ada di dekat kakiku. Ternyata selang dua tahun, aku menikah dengan bang Mukidi. Sepertinya, aku benar2 terkena kutukan kodok hilir sungai".
Mukidi pun cengengesan....😁😁😁

Mukidi : Dokter dan supirnya

Seorang dokter yg sering berantem sama istrinya bingung, kenapa istrinya marah2 mlulu. Padahal sudah berusaha di baik-baikin. Tapi tetep aja gak ngaruh

Serba salah dibaikin marah, dibecandain marah, apalagi dimarahin.... ngamuk dehhh....πŸ˜–

Pak dokter iri lihat supirnya ...si Mukidi rukun bgt dan mesra sama istrinya, padahal kalo melihat si Mukidi ya wajar-wajar aja
Sekali wkt dia curhat sama si Mukidi...

Dokter : "Di...kamu rukun banget sama istrimu....gak kayak saya...kamu lihat sendiri gak ada hari yg gak ribut kami....apa sih rahasianya...".

Mukidi:...."Kami sih biasa-biasa aja Pak Dokter.....hanya saja sy sering membuat kejutan2 kecil ......" sehingga istri saya suka dan seringkali manja sama saya
Dokter : "Kejutan kecil gimana.....?"
Mukidi : "Seperti tiba2 kita pukul pantatnya dari belakang....secara diam2..."

Hari itu pak dokter sengaja pulang lebih awal....sampai rmh ternyata istrinya lagi masak di dapur....
Sambil diam2 Pak Dokter masuk dapur dan memukul pantat istrinya dari belakang.

Tanpa menoleh ke belakang bu dokter teriak : "Mukidiiiiiiiiiiii... nakal kamu yahhh..." πŸ˜ƒπŸ˜œ nanti tak cubit lo.....

Mukidi : cicak sampe Bajul

*MUKIDI MANE*

Isuk mau PAK GURU ngongkon  Mukidi( arek Lakarsantri ) nyanyi nang ngarep kelas.

Mbarek roso isin2 stitik  Mukidi molai nyanyi mbarek suworo lirih.

Mukidi : “..Cicak cicak di dinding..“

Mukidi tmbhan soko wuluhan ha..ha..πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜…PAK GURU : “ Gedekno titiikk..!!“

Mukidi : “..Tekek tekek di dinding..“

PAK GURU : “ Gedekno titiikk maneh...“

Mukidi : “ Bajol bajol di dinding..“

PAK GURU : “Ddii.. Mukidi!! Sing digedekno iku suaramuu... Dudu kewaneee ...!!! Lapo bajul pencilakan nang tembok.... !!