Kamis, 15 September 2016

Kondangan

Kondangan masa kini
Pengalaman saya diundang untuk menghadiri pesta pernikahan mewah anak seorang pejabat sbb : ...
Ketika sampai di lobby ...ada 2 pintu.
🚪Pintu-1 tertulis "Untuk keluarga laki-laki"
🚪 Pintu-2 tertulis "Untuk keluarga perempuan"
Saya lantas masuk melalui pintu keluarga pengantin laki-laki. Saya berjalan beberapa langkah dan melihat ada 2 pintu lagi.
🚪Pintu-1 tertulis "untuk tamu laki-laki"
🚪Pintu-2 tertulis "untuk tamu perempuan."
Kemudian saya masuk melalui pintu untuk tamu laki-laki. Saya berjalan beberapa langkah melihat ada 2 pintu lagi.
🚪Pintu-1 tertulis : "Untuk yang membawa kado"
🚪Pintu-2 tertulis : "Untuk yang tidak membawa kado".
Saya masuk melalui pintu yang tidak membawa kado. Setelah itu saya melihat ada 2 pintu lagi.
🚪Pintu-1 tertulis : "Untuk yang membawa amplop"
🚪Pintu-2 bertuliskan : "Untuk yang tidak membawa amplop".
(Saya berkata dalam hati... "Syukurlah, ternyata ada ruang juga untuk yg datang dengan tangan kosong"). Lalu saya memilih untuk ke pintu 2.
Kemudian saya berjalan beberapa langkah dan ternyata ......
Saya sudah berada di jalan raya !!!
😀😀😀😀
Attaaaaaahh..., ternyata di jalan ada plang" Pulang sana, ngapain KONDANGAN modalnya batik doang"😀😀😀
Ttd

Mukidi

Rabu, 14 September 2016

Hati - hati di Jalan


Suatu ketika, seorang polisi menghentikan seorang bapak pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan helm dimana bapak itu hanya mengenakan peci berwarna putih sebagai penggantinya.
Tanpa pikir panjang, polisi meminta SIM dan STNK si bapak yang langsung ditolak dengan keras si bapak.

Polisi : (Mengeluarkan buku tilang) Maaf, boleh saya melihat SIM dan STNK anda?

Bapak : Sebutkan apa kesalahan saya.

Polisi : Anda tidak mengenakan helm.

Bapak : Saya tidak akan mengenakan helm, itu bukan sesuatu yang wajar di agama saya.

Polisi : (Sedikit bingung) Maksud anda?

Bapak : Rasulullah saja tidak pakai helm. Jadi jangan minta saya mengenakan sesuatu yang tidak dikenakan oleh beliau.

Polisi : (Menutup bukunya dan tersenyum ramah) Begitu ya pak?!
Tapi setahu saya juga, Rasulullah juga tidak mengendarai sepeda motor.
Dan pertanyaan saya pun sederhana, andai zaman itu sudah ada motor, apakah Anda yakin Rasulullah tidak akan memakai helm??

Bapak : (Tersentak dan terdiam seketika)

Polisi : Anda dengan mudahnya mengharamkan yang anda benci, tapi menghalalkan yang Anda sukai seolah-olah andalah penentunya.
Alhamdulillah saya juga punya ilmu agama yang baik, dan saya percaya bahwa Rasulullah lebih menyukai umatnya yang melindungi kesehatannya dan keluarganya.

Bapak : Apa maksud bapak? Apakah hanya karena helm berarti saya tak melindungi keluarga saya?

Polisi : Benar. Bahwa jika terjadi hal buruk yang mencelakai kepala anda akibat benturan, apakah keluarga anda tidak akan menerima akibatnya? Bagaimana perasaan takut dan tertekan yang akan mereka rasakan?
Siapa yang nanti akan menafkahi mereka?

Bapak : Allah yang akan menafkahi mereka.

Polisi : Lewat siapa? Bukankah rezeki yang diberikan Allah seringkali lewat orang lain?
Dan bukankah rezeki yang mereka terima itu lewat anda?
Jika anda cacat, maka aliran rezeki akan lewat orang lain, bisa jadi "ayah tiri anak-anak anda".
Dan apakah anda ikhlas dengan itu?

Bapak : (Sekali lagi terdiam sambil mengeluarkan SIM dan STNK)

Polisi : Ini pesan saya buat anda pak, melindungi diri Anda sama halnya dengan melindungi keluarga Anda. Mungkin ini hanya sebuah helm, tapi bayangkan perasaan nyaman yang dirasakan istri anda saat melihat kepala suaminya terlindungi.
Dan jika anda mencintai keluarga anda, maka anda pasti mengurangi resiko yang membahayakan anda.
Hari ini saya tak menilang anda, anggaplah nasehat barusan sebagai surat tilang saya untuk Anda.

Bapak: (tertegun) Terima kasih, Pak Polisi.
Saya minta maaf.
Oh ya, nama Bapak siapa?

Polisi: saya Briptu Mukidi, pak. Polsek banyu urip.....🙏

Minggu, 04 September 2016

Jangan pandang Sebelah Mata

😀....

*LAKUKAN YANG TERBAIK*

_*Suatu hari, seorang Pengajar dari suatu perguruan Tinggi, melakukan perjalanan dari Jogya ke Jakarta naik pesawat.*_

Karena keberangkatan pesawat ditunda 1 jam beliau menunggu di salah satu lounge bandara Adisucipto dgn sekedar minum kopi. Untuk sekadar melepaskan penat

Di depannya duduk seorang ibu sudah agak tua, memakai pakaian Jawa tradisional kain batik dan kebaya, wajahnya tampak tenang dan keibuan.

Sekedar mengisi waktu, diajaknya ibu itu ber-cakap².

mau pergi ke Jkt, bu ?

Iya nak, hanya transit di cengkareng terus ke Singapura

Kalau boleh bertanya, ada keperluan apa ibu pergi ke Singapura ?

Menengok anak saya yang nomor dua nak, istrinya melahirkan di sana terus saya diberi tiket dan diuruskan paspor melalui biro perjalanan. Jadi saya tinggal berangkat tanpa susah mengurus apa². Ya ...begitulah nak.

Puteranya kerja dimana, bu ?

Anak saya ini insinyur perminyakan, kerja di perusahaan minyak asing, sekarang jadi kepala kantor cabang Singapura

Berapa anak ibu semuanya?

Anak saya ada 4 nak, 3 laki², 1 perempuan. Yang ini tadi anak nomer 2. Yang nomer 3 juga laki², dosen fakultas ekonomi UGM, sekarang lagi ambil program doktor di Amerika. Yang bungsu perempuan jadi dokter spesialis anak. Suaminya juga dokter, ahli bedah dan dosen di universitas Airlangga Surabaya

Kalau anak sulung ?

Dia petani, Nak, Tinggal di Godean, menggarap sawah warisan almarhum bapaknya. Jadi yang membiayai adik-adiknya ya dia

Sang Profesor tertegun sejenak lalu dengan hati² bertanya:

Apakah ibu kecewa kepada anak sulung ya bu, Kok tidak sarjana spt adik²nya.

Sama sekali tidak, nak. Malahan kami sekeluarga semuanya hormat kepada dia, karena dari hasil sawahnya dia membiayai hidup kami dan menyekolahkan semua adik²nya sampai selesai jadi sarjana.

Kembali sang Pengajar merenung : "Ternyata yang penting bukan Apa atau Siapa kita, tetapi apa yang telah kita perbuat".

Allah tidak akan menilai apa dan siapa kita tetapi apa *"amal dalam ibadah" kita.*

Sebuah pelajaran hidup yg mengajarkan, agar kita melakukan yg terbaik tanpa berharap pujian......
Tanpa terasa air mata profesor mengalir di pipinya...

*LAKUKAN YANG TERBAIK YANG BISA KITA LAKUKAN•

Lalu sang profesor itu dengan berlinang airmata menanyakan kepada ibu tsb.
Siapa nama anak sulung ibu yang begitu luarbiasa ?

Jawab sang ibu :
_*M u k i d i*_

😂😂😂😅😂😂😂😅

Yuk kita simak cerita Mukidi sambil order di RM Lebong jl Riau no 22 Jember call 0823 166 303 44

Jadikan $15.123.543 di 0243345585

Sabtu, 03 September 2016

Hati- Hati Kalau berdoa

dr pada stres..ketawa dl
HATI‬-HATI.. SALAH BERDOA, BISA FATAL AKIBATNYA!! 😎

Si mukidi berdoa :
Ya Tuhan, jadikan aku orang yang cuma dengan kipas-kipas saja uang mendatangiku..!

Cliiiing...!!!... tak lama kemudian ia jadi penjual sate...

Tidak puas dengan itu, dia berdoa lagi :
Ya Tuhan, jadikan aku orang yang hanya dengan duduk goyangkan kaki bisa dapat rejeki...!

Cliiiing...!!! kemudian ia jadi penjahit..

Masih tak puas, dia berdoa lagi :
Ya Tuhan, jadikan aku orang yang hanya dengan duduk diam uang mendatangiku...!

Cliiiing...!!!... 2 jam kemudian ia jadi penjaga toilet umum di terminal...

Ya Tuhan, kali ini jadikan aku yang bisa memerintah orang kaya! Jadikan aku hamba-Mu yang bisa mengatur mereka dengan leluasa dan kuasa...!

Cliiiing...!!!... 4 jam kemudian ia jadi tukang parkir...

Yaaaaaa Tuhan, mohon sekarang jadikan aku orang yang berwibawa, tatapanku disegani orang, setiap yang bertemu denganku merasa sungkan gitu...!

Cliiiing...!!!... kemudian ia jadi debt collector...

Ya Tuhan, koq salah melulu... jadikan hamba-Mu ini seorang yang punya banyak pengikut, kemana pun hamba-Mu ini melangkah, pengikutku selalu mentaatiku...!

Cliiiing...!!!... 1 hari kemudian ia angon bebek...

Ampuuun salah lagi,, Ya Tuhan.....! Tolonglah terakhir ini jadikan hamba-Mu ini seorang yang senantiasa dikelilingi para wanita...!

Cliiiing...!!!... 3 jam kemudian ia menjadi tukang sayur keliling...!! 

Selamat berdoa yg baik dihari ini..

😇😃😀😄

Besoknya Mukidi berdo'a lagi ... Yaaa Tuhan, aku kapok berdo'a yg muluk2. 
Sekarang aku minta hidupku penuh tawa ceria ...

Cliiing !!! ...

Besoknya mukidi ketemu Orang yang ketawa baca Cerita  ini ?😀😀😀😀

Jumat, 02 September 2016

The power of Kepepet Ala Mukidi

Sayembara Juragan Tambak

Onok juragan tambak jenenge wakidi ngadakno sayembara.

"Sopo ae sing wani njegur nang tambakku, bakal oleh hadiah Sepeda Montor." jare Wakidi.

Akeh wong sing ngumpul ndhelok sayembarane, tapi gak onok sing wani njegur nang tambak. Masalae tambake isine dhudhuk iwak tapi boyo, nyambik, bajul lan sak panunggalane. Pokoke Jian Ra wani blas wong2 sing kumpul kui

Mergo gak onok sing wani njegur, hadiae digenti dhadhi montor kijang anyar. Sepeda montor yo tetep oleh. Tapi tetep ae gak onok sing wani njegur mergo merinding ndhelok boyone guedhe-guedhe mangap kabeh. Sampe ilere do netes kabeh

Akhire ambek Wakidi hadiae ditambah maneh, montor kijang anyar ambek omah sak isine. Tapi tetep ae gak onok sing wani njegur. Pancen Wedi Kabeh. Mari sepi meneng kuabeh, moro-moro Mukidi njegur nang tambak.

Penontone keplok-keplok kabeh ndhelok Mukidi gelut ambek boyo. Kiro-kiro wis sak jam, akhire Mukidi tampil sebagai pemenang. Cumak yo ngono, awake dhedhel kuabeh.

Wis mari ambekan, Wakidi marani arep nyerahno hadiae, tapi Mukidi nolak.

"Yo wis tak tambahi dhuwik limangatus juta" jare wakidi, tapi Mukidi tetep nolak.

"Tak tambahi mas-masan sak kilo" jare Wakidi maneh, Mukidi tetep gak gelem.

"Wis ngene ae, awakmu njaluk opo ae, tak turuti" jare Wakidi gak gelem kalah.

"Aku njaluk arek sing njungkrakno aku mau digowo rene" jare Mukidi.

Inilah the power of kepepet ala Mukidi

😅😅😅

Ingat baca ini sambil order Menu lele Kobong di RM Lebong di jln Riau no 22 Jember
Call 0823 166 303 44